Jumat, 02 Maret 2018

Pitch Perfect 1 2 3

Terakhir posting itu habis Lebaran Idul Fitri tahun lalu, artinya sudah lebih dari setengah tahun tidak ada postingan baru di sini. Anehnya pengunjung blog masih terus berjalan hingga sekarang sudah mencapai 78.000+ viewers. Setelah aku telusuri di statistik, kata kunci yang paling banyak membawa blogku di pencarian google adalah SBMPTN dan review Film. Ternyata untuk postingan tentang SBMPTN itu sendiri sudah mencapai lebih dari 10% dari semua jumlah viewers blog ini. Begitu juga dengan review-review film yang malah bisa dibilang spoiler hehehe. Jadi postingan kali ini akan membahas tentang film musikal terbaik yang pernah aku tonton. Di mana film ini sampai sekarang selalu bisa bikin kangen dan terus pengen ulang nonton. Yap, sesuai judul aku akan bahas film PITCH PERFECT.



 Aku hanya ingin berpendapat setelah menonton ketiga serinya. Jujur, aku tau film ini setalah 2 tahun kemudian. Maksudku, film pertama rilis di tahun 2012 dan aku baru tau dan nonton di tahun 2014. Jalur cerita yang sangat menyenangkan merupakan salah satu yang menjadi alasan. Selanjutnya aku sangat penasaran dengan Pitch Perfect 2. Setelah nonton keduanya, aku sangat memfavoritkan yang pertama karena kesederhanaan konflik malah menjadi daya tariknya. Setelah akhir tahun lalu rilis seri ketiga yang kemungkinan adalah seri terakhirnya karena ada kata 'LAST CALL PITCHES' di poster promosi filmnya, aku mengubah pendapatku karena yang satu ini sangat lebih menyenangkan because para pemeran laki-lakinya Ganteng woy! Hehehe. 

Mari kita bahas satu persatu.

Jadi awal mula aku bisa tau film ini adalah waktu jaman awal-awal kuliah, itu masih banyak sekali waktu luang di kosan dan agak bosan dengan drama korea. Bosannya karena drama kan terdiri dari banyak episode, jadi untuk tau endingnya, aku harus nonton lebih lama daripada nonton film yang paling lama cuma 3 jam. Iseng lah nanya ke temen, siapa yang punya stok film yang rekomen. Adalah satu teman sekelas yang nyaranin aku untuk nonton film ini, sebelumnya dia sudah tau kalo aku salah satu penggemar film musikal. Singkat cerita aku tonton lah film ini di mana waktu itu belum tau kalau sudah ada seri keduanya. Aku langsung jatuh cinta dong sama Beca (Anna Kendrick). Lama mengingat-ingat, ternyata si Anna ini pernah jadi pemeran pembantu di film Twilight yang pertama sebagai teman kampus Bella (Kristen Stewart) aku yakin kaliann nonton Twilight gak akan notis keberadaan dia yekan. Aku jatuh cinta sama scene di mana dia akhirnya memutuskan untuk ikut audisi buat masuk grup akapela kampus bernama Barden Bella. Dia menyanyikan lagu dengan cara yang menurutku sangat unik dan menggemaskan. Terbukti dia berhasil masuk dan membuat seseorang jatuh cinta. Suka sekali deh pokoknya dengan warna suaranya. Belum lagi si Fat Amy. OMG itu suara kok bisa setinggi itu. Keren banget. Gak ada kata lain yang bisa aku ungkapin pas liat dia nyanyi di audisi yang sama dengan Beca. Amy ini sendiri juga bisa dibilang tokoh utamanya. Ceritanya grup akapela ini gagal di final kompetisi akapela tahun lalu di mana sang leader (yang tahun lalu belum menjadi pimpinan) merusak penampilan grup dengan suatu hal yang sangat tidak masuk akal menurutku. Hal ini menjadikan dia menggerakkan grup akapelanya untuk mengulang sejarah kembali masuk ke final dan tentunya dengan menyanyikan komposisi lagu yang sama dengan tahun lalu tersebut. Beca, adalah yang menentang hal tersebut. Beca berpendapat bahwa 'sesuatu; yang baru lah yang bisa membawa mereka ke final, hingga saat di babak semifinal Beca menambahkan beberapa bunyi baru dan bahkan menambahkan nyanyian saat Barden Bella tampil. Hasilnya Beca dibentak oleh sang Leader, Aubrey dan dikeluarkan dari grup. Mereka pun gagal melaju ke final. Satu kontestan yang maju ke final mengalahkan mereka ternyata ketahuan berbuat curang dan didiskualifikasi dan Barden Bella mendapat informasi bahwa mereka lah yang menggantikan. 

Long story short, Aubrey yang menerima kabar tersebut langsung menginformasikan ke semua anggotanya kecuali Beca. Namun, Beca mendapat informasi tersebut dari anggota yang lain yaitu Chloe. Di sinilah puncak konflik terjadi dan pada akhirnya semua anggota berani bersuara dan mengatakan bahwa mereka sebenarnya pro ke Beca. Akhirnya Beca menjadi leader dan mengubah semua komposisi lagu yang dimiliki Aubrey termasuk juga penampilan grup. Menurutku aransemen lagu yang dibawakan di ujung film ini luar biasa kerennya. Aku sampe berkaca-kaca pas denger dan liat koreografi mereka. Rasanya pengen banget liat proses syuting film ini. Hehehe. 

Lanjut ke Pitch Perfect yang kedua. 
Tentunya tetap membawa tema yang sama yaitu drama musikal. Bedanya, semua anggota grup sudah memasuki semester akhir. Karir grup akapela ini semakin meningkat dan nama mereka semakin terkenal sampai diundang ke pertunjukan yang disaksikan oleh Presiden Amerika yang pada saat itu adalah Obama. Satu kesalahan besar pada pertunjukan itu membawa mereka hingga mendapat hukuman tidak boleh menambah anggota baru  melalui audisi. Dan jika mereka ingin melakukan itu, mereka harus memenuhi syarat. Syaratnya adalah memenangkan kompetisi kelas dunia yang diadakan di Copen Hagen. Di scene di mana mereka berada di sana, aku jatuh cinta dengan kawasan bangunan berwarna-warni yang di tengahnya ada aliran sungai. Pengen banget ke sana, duduk di perahu menikmati sunsetnya. Lah malah ngayal HAHA.. Kembali ke cerita, karena tidak bisa menerima anggota baru, mereka pun berusaha untuk bisa memenangkan kompetisi dengan anggota yang ada. Sampai suatu malam ada seorang gadis maba yang datang ke basecamp Barden Bella dan meminta untuk menjadi anggota. Ini tidak menyalahi aturan karena mereka tidak membuka audisi melainkan gadis ini datang sendiri yang kemudian diketahui bernama Emily. Emily berhasil mengambil hati semuanya kecuali Beca karena Beca sedang tidak ada di basecamp. Semua orang tidak tau bahwa Beca sebenarnya disibukan oleh kegiatan magangnya dan tidak terlalu memikirkan kompetisi. Inilah konflik dalam seri yang kedua. Suatu hari mereka memutuskan untuk berlibur dan ternyata mereka bukan sekedar berlibur melainkan pergi ke tempat mantan leader yang telah lulus kuliah yaitu Aubrey. Di sana semua orang tau bahwa Beca fokus pada karirnya tanpa memikirkan Barden Bella. Singkat cerita Beca meminta maaf, dan akhirnya semua mengeluarkan unek-unek kemana mereka harus pergi setelah lulus, dan mau jadi apa Barden Bella tanpa ada anggota baru. Mereka akhirnya menyusun rencana agar bisa menang. Dengan melihat penampilan lawan terberat asal Jerman, mereka sempat ciut. Namun ide besar yang menurutku juga amat sangat sangat di luar ekspektasi. Pada penampilan mereka, Barden Bella memberikan kejutan dengan mendatangkan semua generasi Barden Bella dan salah satunya adalah ibu Emily. Selain itu lagu yang mereka bawakan juga lagu orisinil di mana lagu ini ditulis sendiri oleh Emily. Yang selanjutnya kita kenal dengan lagu Jessie J - Flash light. Ngetik ini aku terharu lagi inget adegan nyanyinya Hehehe.. Of course thats a great idea and they won.


Terakhir Pitch Perfect 3 yang baru beberapa hari yang lalu aku tonton. Di seri ketiga ini Beca sudah berhenti menjadi produser musik. Amy kabur dari rumah, Chloe bosan dengan pekerjaannya, begitujuga semua anggota lainnya. Emily mengundang mereka ke acara Barden Bella dan menulis kata reuni pada undangan. Dengan penuh semangat semua datang dengan gembira dan memakai seragam kebanggaan Barden Bella. Ternyata Emily tidak menginginkan mereka tampil, Emily ingin menunjukkan penampilan Barden Bella yang sekarang. Semua kecewa karena awalnya mereka berharap bisa bernyanyi bersama lagi. Muncullah ide gila Aubrey. Intinya Aubrey minta ayahnya untuk bisa mengajak mereka menghibur para anggota angkatan udara bersama 3 band lain dan juga DJ Khaled. Ah, aku melupakan satu bagian cerita lain yang paling aku suka yaitu Riff Off. Dari yang pertama ini merupakan permainan terbaik yang aku suka. Kalian akan tau jika sudah menonton salah satunya. Saat tiba di Spanyol, negara pertama dalam tur DJ Khaled, mereka berkenalan dengan 3 band yang menjadi saingan mereka dalam mengambil hati DJ. 

Sumber: BookMyShow

Suara vokalis, cewek beranting salib menurutku terlalu cakep sih :') Dalam berkenalan mereka sempat menantang 3 band ini untuk Riff Off dan tentu saja Beca dkk kalah karena ketiga band tidak terlalu memikirkan operaturan di mana tidak boleh menggunakan alat musik. Aku tak akan banyak menceritakan kisahnya. Aku hanya akan mengatakan kalau jika ini memang akhir dari Pitch Perfect, aku sangat sangat menyukainya. Persahabatan yang terjalin di antara mereka sungguh bikin baper wkwk. Ah sebelum mengakhiri postingan random kali ini aku ingin memberikan bonus foto. Ini adalah senyum terbaik di Pitch perfect 3. 

Salah satu penutup yang manis :)))
Selanjutnya mungkin akan ada banyak lagi review film yang kutonton baru-baru ini ataupun film lama lain yang berkesan dan aku rekomendasikan. Sebenarnya aku post bukan ingin aktif lagi, tapi ingin mengabadikan hal-hal kecil yang bisa membuatku tersenyum nantinya. Entah itu saat bosan pada pekerjaan ataupun penat karena terlalu lama berpikir. So this is end of my post. Thanks for reading... See yaa!!! :) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadilah blogwalker yg baik dan jangan jadi silent reader.. Berkomentarlah sebelum diharamkan.. No Spamming, No SARA. karena udah aku setting NO CAPTCHA :* (@tutiarahmi_)