Setujukah kalian jika aku bilang manusia itu punya rasa ingin tahu yang sangat tinggi? Selama delapan belas tahun aku hidup di dunia ini, mungkin sudah ribuan hal baru pernah dicoba. Apa sebabnya? Tentu saja rasa ingin tahu. Begitu juga dengan yang aku alami belakangan ini. Kalian yang tau @JukiHoki pasti pernah mendengar resep baru yang diciptakan oleh capres yang berani beda satu ini. Buat kalian yang belum mendengar aku kasih tau deh, resepnya itu Mie Goreng Susu. Sejak pertama kali si Juki ngenalin ke para followersnya dan sudah banyak mencoba, sejak saat itu pula rasa ingin tahuku mulai timbul.
Tampilkan postingan dengan label hasil nyontek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hasil nyontek. Tampilkan semua postingan
Rabu, 07 Mei 2014
Selasa, 29 Oktober 2013
Ikhwan Keren !
Selamat malam para blogwalker yang kece-kece, yang gak kece gak bole bilang "malem" buat ngejawab salam aku! haha *justkid
Di malam yang sesunyi ini aku sendiri mau share kultwit dari @tausiyahku
Jujur aku bakalan copas twitnya, tapi udah dapet izin kok, ini buktinya:
Jadi kalo nanti ada yang bilang saya copas, iya emang copas. tapi
Di malam yang sesunyi ini aku
Jujur aku bakalan copas twitnya, tapi udah dapet izin kok, ini buktinya:
Jadi kalo nanti ada yang bilang saya copas, iya emang copas. tapi
Senin, 30 September 2013
Ma'rifatullah
Udah jatuh cinta banget sama kegiatan mentoring AMKAI. Udah jatuh cinta sama kakak tutornya yg cantik dan udah banyak ngasih pengalaman baru untuk kami. Alhamdulillah bisa jadi bagian di dalamnya dan mencintai kegiatan ini. "Mari luruskan niat kita, ikut AMKAI bukan karena hanya sekedar mengejar nilai agama Islam, tapi lebih dari itu. Kalian sudah dewasa untuk mengerti niat yag bagaimana yg akan diridhoi Allah" Pesan Kak Riri^^
Pertemuan kedua di AMKAI, kami menerima materi yg bertema Ma'rifatullah. Kali ini mau share cerita yang didapet dari mentoring AMKAI(lagi). Ceritanya berbentuk percakapan seperti ini:
Suatu hari, seorang Profesor yg mengaku dirinya Atheis berbicara di hadapan kelasnya, topik yg dia bawakan kali ini tentang keberadaan Tuhan ditinjau dari kacamata sains. Sebagai pengantar dari mata kuliahnya dia meminta salah seorang mahasiswa yg muslim untuk berdiri. Dialog pun terjadi.
P: Kamu seorang muslim?M: Ya, betul Pak.
P: Jadi kamu mempercayai adanya Tuhan?
M: Tentu saja.
P: Sains mengatakan bahwa sebagai manusia, kau memiliki panca indera untuk mengamati hal-hal di sekitarmu. Dengan panca indera kau bisa melihat, mendengar, merasakan, mencium, dan menyentuh segala sesuatu. Sekarang katakan padaku, pernahkah kau melihat Tuhan?
M: Tidak Pak.
P: Pernahkah kau mendengar Tuhan?
M: Tidak Pak.
P: Pernahkan kamu mencicipi, merasakan aroma Tuhan? Dengan kata lain memiliki kemampuan indrawi untuk merasakan adanya Tuhan?
M: Tidak Pak, saya belum pernah sama sekali.
P: Tapi kamu masih percaya Tuhan itu ada?
M: Ya
P: Berdasarkan hukum-hukum empiris, sains membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Lalu apa pendapatmu?
M: Tidak ada pendapat pak, saya hanya mempercayai adanya Tuhan dengan keyakinan.
P: Keyakinan?? hmm.. inilah yg jadi masalah dalam ilmu pengetahuan. Tentu saja ini tidak bisa diterima.
Si Mahasiswa terdiam sejenak, tapi kemudian matanya berbinar dan menjawab..
M: Sekarang katakan pak, apakah anda menggajari murid-murid anda bahwa mereka berasal dari kera?
P: Kalau bersandarkan pada proses evolusi alam, ya tentu saja saya mengajarkan demikian.
M: Pernahkah anda mengamati evolusi dengan mata kepala anda sendiri?
P: Tidak
M: Karena anda tidak pernah mengamati proses evolusi dan tak pernah membuktikan bahwa proses ini merupakan sesuatu yang sedang terjadi, berarti anda tidak sedang mengajarkan pendapat anda. Artunya, anda bukan seorang ilmuwan, melainkan seorang penceramah agama, ya kan?
seisi kelas mulai gaduh,
M: Adakah seseorang di kelas ini yg pernah melihat otak pak Profesor?
kelas mulai pecah dengan bunyi tawa seisi kelas,
M: Adakah seorang di kelas ini yang pernah mendengar, merasakan, menyentuh, dan mencium aroma otaknya Profesor? kelihatannya tidak ada, jadi berdasarkan hukum-hukum empiris, sains mengatakan bahwa anda tidak punya otak pak, Lalu bagaimana kami bisa mempercayai kuliah anda?
P: Kupikir kau harus mempercayai kuliah saya dengan keyakinan.
M: Nah begitulah pak, Tuhan itu ada, dan saya mempercayainya karena saya memiliki keyakinan pada-Nya.
Ma'rifatullah artinya mengenal Allah swt. Orang yang mengenal Allah akan selalu bersemangat dalam ibadah dan kebaikan. Selalu yakin dengan campur tangan Allah dalam segala urusan. Ia juga selalu mengharap syurga-Nya Allah dan takut akan neraka Allah. Keseharian perilakunya selalu terjaga. Kita yang ma'rifatullah akan selalu merasa aman dan tenang karena merdeka dari jajahan syaitan. Dan yang paling penting adalah untuk selalu optimis serta tetap istiqomah.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mengenal Allah. Aamiin ^^
Selasa, 10 September 2013
AKU TIDAK CANTIK :')
Aku tau aku tidak cantik, tapi ketidakcantikan ini membuat aku meyakini bahwa aku punya banyak kelebihan yang tak dimiliki oleh wanita cantik.
Pertama,
Pertama,
Senin, 20 Mei 2013
Jangan buka halaman terakhir apapun yang terjadi !
Ini cerita horor, kalo kamu ngerasa penakut mending nggak usah baca ya.
Pada suatu malam ada seorang pemuda (sebut saja namanya Sandi) sedang berada dalm perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta menggunakan bis malam. Di tangah perjalanan di saat bis tersebut berhenti di sebuah terminal seorang kakek tua naik menawarkan buku-buku bacaan pada semua penumpang.
Sesampainya di kursi Sandi, Bapak Tua itu pun menawarkan dagangannya.
"Bukunya Mas? ada macem-macem ni, ada cinta-cintaan, horor, silat dan banyak yang lain Mas".
Sandi yang sedang tidak bisa tidur merasa tertarik untuk membeli sebuah buku.
"Ada yang horor kan, pak?"
"Oh, ada. tapi tinggal satu nih Mas. Ini ceritanya bagus sekali, karena diangkat dari kisah nyata. kata temen saya yang pernah baca, buku ini bener-bener bagus dan bikin tegang waktu kita baca, ceritanya itu tentang bis yang ditinggali arwah penasaran. Judulnya "PENUNGGU BIS BERDARAH" serem banget deh pokoknya!"
"Boleh juga tuh, berapa harganya?"
"seratus ribu aja Mas."
"Mahal amat, pak?"
"Ya, namanya juga buku bagus, Best Seller kalo kata orang. semua yang baca buku ini pasti syok Mas"
"Boleh kurang nggak?"
"Buat penglaris saya kasih sembilan puluh Mas."
Sandi pun akhirnya mengalah karena sangat butuh buku bacaan agar dapat tertidur. Uang sembilan puluh ribu pun berpindah tangan. Entah mengapa tepat setelah ia menyerahkan uang kepada Bapak Tua tersebut, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Angin pun terasa bertiup sangat kencang. Si bapak buru-buru melangkah turun dari bis. Namun tiba-tiba menoleh pada Sandi dan berkata
"Mas, apapun yang terjadi, jangan baca halaman terakhir ya. Ingat, apapun yang terjadi, kalau tidak kamu akan menyesal dan saya tidak akan mau bertanggung jawab"
Jantung Sandi berdegup kencang samapai-sampai menganggukan kepala pun ia tak sanggup hingga akhirnya si bapak keluar dari bis dan hilang ditelan kegelapan.
Singkat cerita, dua jam kemudian sekitar pukul satu malam, Sandi telah selesai membaca seluruh buku tersebut kecuali halaman terakhirnya. Benar kata Bapak itu bahwa ceritanya sangat menegangkan dan menyeramkan.
Di luar bis yang melaju kencang, hujan turun dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang gemuruh terdengar menggelegar. Sejenak Sandi menatap sekeliling dan suasana mendadak hening. Sepertinya semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya merasa merinding.
"Baca halaman terakhir nggak ya?" pikir Sandi bimbang.
Antara penasaran dan rasa takut berbaur jadi satu. Di luar jendela, malam tampak sangat gelap.
"Ah, sudahlah sekalian aja. Nanggung amat soalnya."
Dengan tangan gemetar, ia pun membuka halaman terakhir buku tersebut secara perlahan. Dan akhirnya rampak sebuah halaman kosong dengan sepotong label di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Sandi membaca huruf demi huruf yang tercantum:
"PENUNGGU BIS BERDARAH"
Penerbit: CV. ADI PUSTAKA
Harga Pas : Rp. 9.000
"Wah, saya sudah ditipu." Ujar Sandi dengan geram namun tanpa sadar ia tersenyum.
Pada suatu malam ada seorang pemuda (sebut saja namanya Sandi) sedang berada dalm perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta menggunakan bis malam. Di tangah perjalanan di saat bis tersebut berhenti di sebuah terminal seorang kakek tua naik menawarkan buku-buku bacaan pada semua penumpang.
Sesampainya di kursi Sandi, Bapak Tua itu pun menawarkan dagangannya.
"Bukunya Mas? ada macem-macem ni, ada cinta-cintaan, horor, silat dan banyak yang lain Mas".
Sandi yang sedang tidak bisa tidur merasa tertarik untuk membeli sebuah buku.
"Ada yang horor kan, pak?"
"Oh, ada. tapi tinggal satu nih Mas. Ini ceritanya bagus sekali, karena diangkat dari kisah nyata. kata temen saya yang pernah baca, buku ini bener-bener bagus dan bikin tegang waktu kita baca, ceritanya itu tentang bis yang ditinggali arwah penasaran. Judulnya "PENUNGGU BIS BERDARAH" serem banget deh pokoknya!"
"Boleh juga tuh, berapa harganya?"
"seratus ribu aja Mas."
"Mahal amat, pak?"
"Ya, namanya juga buku bagus, Best Seller kalo kata orang. semua yang baca buku ini pasti syok Mas"
"Boleh kurang nggak?"
"Buat penglaris saya kasih sembilan puluh Mas."
Sandi pun akhirnya mengalah karena sangat butuh buku bacaan agar dapat tertidur. Uang sembilan puluh ribu pun berpindah tangan. Entah mengapa tepat setelah ia menyerahkan uang kepada Bapak Tua tersebut, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Angin pun terasa bertiup sangat kencang. Si bapak buru-buru melangkah turun dari bis. Namun tiba-tiba menoleh pada Sandi dan berkata
"Mas, apapun yang terjadi, jangan baca halaman terakhir ya. Ingat, apapun yang terjadi, kalau tidak kamu akan menyesal dan saya tidak akan mau bertanggung jawab"
Jantung Sandi berdegup kencang samapai-sampai menganggukan kepala pun ia tak sanggup hingga akhirnya si bapak keluar dari bis dan hilang ditelan kegelapan.
Singkat cerita, dua jam kemudian sekitar pukul satu malam, Sandi telah selesai membaca seluruh buku tersebut kecuali halaman terakhirnya. Benar kata Bapak itu bahwa ceritanya sangat menegangkan dan menyeramkan.
Di luar bis yang melaju kencang, hujan turun dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang gemuruh terdengar menggelegar. Sejenak Sandi menatap sekeliling dan suasana mendadak hening. Sepertinya semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya merasa merinding.
"Baca halaman terakhir nggak ya?" pikir Sandi bimbang.
Antara penasaran dan rasa takut berbaur jadi satu. Di luar jendela, malam tampak sangat gelap.
"Ah, sudahlah sekalian aja. Nanggung amat soalnya."
Dengan tangan gemetar, ia pun membuka halaman terakhir buku tersebut secara perlahan. Dan akhirnya rampak sebuah halaman kosong dengan sepotong label di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Sandi membaca huruf demi huruf yang tercantum:
"PENUNGGU BIS BERDARAH"
Penerbit: CV. ADI PUSTAKA
Harga Pas : Rp. 9.000
"Wah, saya sudah ditipu." Ujar Sandi dengan geram namun tanpa sadar ia tersenyum.
Jumat, 26 April 2013
Selasa, 19 Maret 2013
IBADAH BAGI WANITA DI MASA HAID
Bismillahir-Rahmanir-Rahim ....
Apa saja ibadah yang dibolehkan bagi wanita di kala haidh? Ada penjelasan amat bagus dari seorang ulama besar saat ini, Syaikh Kholid Al Mushlih, murid senior Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah.
Selasa, 12 Maret 2013
" KESAKSIAN ORANG MATI SURI "
Begitulah judul kisah nyata kali ini, dia adalah : Ella Az-Zahra
Aslina adalah warga pekan baru yang mati suri 24
Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu
memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa
yang disaksikan ruhnya saat mati suri.
Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam
Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal
dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil
cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh
tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani
dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan
racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun.
Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) .
Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung
dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24
Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya
di Rumah Sakit di jakarta. Setelah itu, Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa
dioperasi.. ”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘
jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi
obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina
gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina
kembali ke jakarta sekitar pukul 12 malam itu. Ia
dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak
jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar
UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang
ombak (menjelang sakratulmaut). Lalu saya ajarkan
kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam
pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina
memberikan kesaksiaanya.
”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon
penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya
setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand
Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut
membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa
ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal
dan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telah
merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.
Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu
seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging,
dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat
mencabut (nyawa) dari kaki kanan saya,”
tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh
pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya
berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,”
ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ
Pekanbaru. Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad,
ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya
dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah
itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan
Assalammualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu
besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot,
gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya.
Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa
agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.. “
Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan
lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman
kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu
berpakaian serba hijau. Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan
kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam
barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang
mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau
busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari
orang tersebut. Kemudian Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan
beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia
melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh
dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa
dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan
”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan
ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok.
Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara
17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia
65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah
ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan
berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.”
Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya
berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan
adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak
bisa pulang, karena janji telah sampai”. Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya
bak seorang pendakwah.
Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya
tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya
kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal
shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh
Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi
tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang
menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya
kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan
itu menjawab.”Akula h (amal) kamu.”
Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya
berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan
manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang
laki-laki yang memikul besi yang sangat berat,
tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan
baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada
amalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab
orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.
Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya
lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang
orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia
tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula
oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke
tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka
berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu
ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.
Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk
dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata
pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah,
orang tersebut menjerit dan tidak ada yang
menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan
dijawab orang tersebut adalah orang juga suka
membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah
lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka
dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.
Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut.
Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan
sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang
ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang
mengucap : Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar.
Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya.
Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.
Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang
sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak
itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat
batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya
tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut
adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara
literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana
manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat)
baik,red). Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan adzan seperti adzan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya.”Saya
mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya
melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum,
saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,”
ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk
melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada
ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut
batangan-batang an emas di dalam tepak ”husnul
khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya
ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil.
Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau
sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan
Allah.” Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia
dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang
sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima
meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu
berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini
Ya Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon.”Tolong
kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”
Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang
dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya
ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada
pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal
shaleh serta tidak melanggar aturan Allah.
”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang
ditunjukkan Allah kepada kita semua, ”
ujarnya.
Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang
berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin
beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan
”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan
semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat
Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:
Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari
mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku
(ke dunia).”(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh
terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali
tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang
diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding
sampai hari mereka dibangkitkan. (100).
Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat,
dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan
kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah
kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu
tidak dapat ditolong (lagi).”
Setelah berpidato, aslina mendapatkan tepukan meriah dari penonton tapi bila di facebook, ia dapatkanjempol sekarang.
Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari
kesaksiaan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)

